Showing posts with label Injil Lukas. Show all posts
Showing posts with label Injil Lukas. Show all posts

Saturday, February 28, 2009

Misteri hidup kita

Luk 1:26-38
26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

1. Hidup baru “Maria”
Dalam Injil tadi kita baca bagaimana Malaikat membeberkan rancangan hidup “baru” pada Maria. Dan inilah kiranya yang menjadi pegangan Maria dalam kehidupannya. Jika ada hal yang belum ia mengerti maka ia renungkan dalam hati

Luk 2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

Tetapi Maria selalu ingat bahwa akhirnya jalan hidupnya adalah sejalan dengan apa sudah dijanjikan oleh Malaikat. Dan Maria tetap setia apapun yang terjadi

Luk 2: 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

Yoh 19: 25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya

Kis 1: 14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

2. Tetapi hidup kita bukan hidup Maria
Kita berdalih: tetap belum ada malaikat yang datang pada kita, yang menjelaskan apa saja yang akan terjadi pada hidup kita. Bahkan sebagian dari kita mungkin sedang menghadapi masalah yang mungkin berat, yang membuat kita tidak habis pikir: mau apa Tuhan dengan hidup kita ini. Lalu bagaimana ?

Harus tetap di ingat bahwa meski malaikat sudah mewartakan rencana Maria tidak dengan sendirinya tahu semuanya. Bahkan para murid yang secara istimewa diajar oleh Yesus tidak langsung paham 100% jalan hidup Yesus yang dikehendaki Tuhan.

Luk 9: 45 Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Hidup kita masing2 akhirnya adalah semacam teka-teki mosaik, semacam misteri.

3. Teka-teki hidup kita masing-masing
Kita tidak bisa memilih dari orang tua mana kita lahir, dari bangsa apa, penampilan fisik, kecerdasan, dsb. Itu bukan hak kita untuk memilih. Itu sudah diberikan begitu saja pada kita. Semua terjadi begitu saja. Benarkah semuanya serba kebetulan ?

Mzm 22: 11 (22-11) Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku.

Dalam versi Bahasa Indonesia sehari-hari ayat ini berbunyi

Sejak lahir, nasibku ada di tangan-Mu, sejak dalam kandungan, Engkaulah Allahku.

Dalam versi bahasa Ingris:

I was in your hands even before my birth; you are my God from the time when I was in my mother's body

Artinya: Tuhan sudah punya rencana bagi masing2 dari kita. Tidak ada yang kebetulan. Berbagai-bagai pasangan sudah dipertemukan oleh Tuhan sejak dahulu kala untuk melahirkan kakek moyang kita, kakek buyut kita, ayah dan ibu dan diri kita. Kita masing2 dikenal Allah dan Dia menghendaki yang terbaik bagi kita.

4. Lalu, apa panggilan Tuhan bagi kita ? Ilustrasi: Mosaik
Kita tidak bisa tahu apa gambar keseluruhannya tanpa menjalani dan sebentar2 memandang dari kejauhan. Tanpa ini kita bisa frustasi dan kehilangan arah.

Bagimanakah cara kita memecahkan teka-teki gambar mosaik?
Jawabnya: mencoba-coba menyusun satu potong demi satu potong dan sebentar2 memandang dari jauh untuk melihat kira-kira apa gambar yang menjadi teka-teki.
(Bdk kuis “berpacu dalam melodi”)

Secara biologis otak manusia terbatas kemampuannya untuk memecahkan masalah yang kompleks tanpa membaginya dalam langkah2 kecil. Coba hitung perkalian seperti ini: 56729 x 67895. Orang kebanyakan tidak bisa memecahkan soal ini tanpa membuat oret-oret (buram) dan dalam oret-oret ini langkah demi langkah dihitung perkalian ini dengan memecahkannya bagian-per-bagian. Jadi kita dirancang untuk memecahkan masalah langkah demia langkah.

Kembali ke mosaik: kita bisa pecahkan soal mosaik jika kita mulai menyusun bagian demi bagian, lalu pelan2 melihat dari jauh apa sebenarnya gambar yang menjadi teka-teki

Demikianlah kita pahami misteri hidup kita masing2: dengan menjalani bagian demi bagian dan kadang2 memandang dari kejauhan agar bisa melihat apa sebenarnya yang Ia kehendaki bagi kita masing2.

5. Memandang dari Kejauhan: Belajar dari Kitab suci
Kita bisa belajar dari tokoh dalam kitab suci bagaimana mereka menghayati dan mengerti misteri hidup mereka

• Percaya
Seperti Bunda Maria
Luk 1: 34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Kita perlu renungkan lagi. Jadi kalau hidup kita nampak seperti buntu, tetap lah bertekun, tetaplah percaya, Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil

Dan Santo Paulus
Col 1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Kita bertekun dalam kepercayaan bahwa Tuhan mengkehendaki yang terbaik dalam hidup kita

Mat 7: 9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

• Renungkan
Kalau hidup seperti berkelok ketingkungan yang salah menurut kita, maka ambilah waktu untuk merenung.

Seperti Bunda Maria
Luk 2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.

• Bawa dalam Doa
Kita meneladan Yesus di Getsemani

Mat 26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Bawalah segenap pergumulan kita padaNya, entah berat entah ringan. Ia adalah Bapa yang mau mendengarkan

Mzm 5:4 TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.

Doa amat penting sebab

Mat 26: 41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

• Bacalah Kitab Suci

Luk 24:13 Pada hari itu juga, dua orang pengikut Yesus sedang berjalan ke sebuah desa yang bernama Emaus, kira-kira sebelas kilometer jauhnya dari Yerusalem.
14 Sambil berjalan mereka bercakap-cakap tentang segala peristiwa yang telah terjadi itu.
15 Sementara mereka bercakap-cakap dan bertukarpikiran, Yesus sendiri datang dan berjalan bersama-sama mereka.
16 Mereka melihat Yesus, tetapi ada sesuatu yang membuat mereka tidak mengenal Dia.
17 Lalu Yesus berkata, "Apa yang kalian bicarakan di tengah jalan ini?" Mereka berhenti dengan muka sedih.
18 Lalu seorang dari mereka, yang bernama Kleopas, bertanya kepada Yesus, "Bapakkah satu-satunya orang asing di Yerusalem yang tidak tahu peristiwa yang terjadi di sana akhir-akhir ini?"
19 "Peristiwa apa?" tanya Yesus. "Peristiwa yang terjadi dengan Yesus, orang dari Nazaret itu," jawab mereka. "Ia nabi. Kata-kata-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya berkuasa sekali--baik menurut pandangan Allah maupun menurut pandangan semua orang.
20 Imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin bangsa kita menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka menyalibkan Dia!
21 Padahal kami mengharap bahwa Dialah yang akan membebaskan Israel! Dan hari ini hari ketiga semenjak hal itu terjadi.
22 Lagi pula, beberapa wanita dari kalangan kami telah membuat kami terkejut. Pagi-pagi sekali mereka ke kuburan,
23 tetapi tidak menemukan jenazah-Nya di sana. Lalu mereka kembali dan berkata bahwa mereka melihat malaikat, dan malaikat-malaikat itu berkata bahwa Yesus hidup.
24 Beberapa orang dari kami lalu pergi ke kuburan dan mendapati bahwa apa yang dikatakan wanita-wanita itu memang demikian, hanya mereka tidak melihat Yesus."
25 Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Kalian memang bodoh! Terlalu lamban kalian untuk mempercayai semua yang sudah dikatakan para nabi!
26 Bukankah Raja Penyelamat harus mengalami dahulu penderitaan itu, baru mencapai kemuliaan-Nya?"
27 Kemudian Yesus menerangkan kepada mereka apa yang tertulis di dalam seluruh Alkitab mengenai diri-Nya, mulai dari buku-buku Musa dan buku para nabi.

Alkitab pada akhirnya adalah surat cinta Tuhan pada masing2 dari kita, adalah Sabda Tuhan dan Ia menyapa kita masing2 melalui Kitab Suci, maka renungkanlah hidupmu dalam terang Kitab Suci

• Percakapkanlah dengan teman
Tentu pilih teman yang dewasa, yang dapat dipercaya menyimpan rahasia, bukan yang gemar menyebar gosip. Kembali ke kutipan tadi, Luk 24:14

Luk 24:14 Sambil berjalan mereka bercakap-cakap tentang segala peristiwa yang telah terjadi itu.
15 Sementara mereka bercakap-cakap dan bertukarpikiran, Yesus sendiri datang dan berjalan bersama-sama mereka.
16 Mereka melihat Yesus, tetapi ada sesuatu yang membuat mereka tidak mengenal Dia.

Kala kita berbagi dengan teman yang dewasa, Yesus dapat saja hadir lewat teman kita dan memberi terang pada persoalan yang kita sedang hadapi.

6. Penutup
• Hidup kita masing adalah misteri yang mengundang kita untuk memahaminya
• Hidup kita bukan kebetulan, tetapi dikehendaki Allah
• Kita pahami misteri hidup kita masing2: dengan menjalani bagian demi bagian dan kadang2 memandang dari kejauhan agar bisa melihat apa sebenarnya yang Ia kehendaki bagi kita masing2
• Memandang dari kejauhan: Bagaimana memahami misteri hidup? Belajar dari kitab suci :
o Percaya
o Renungkan
o Doakan
o Kitab Suci
o Percakapkan

Tetapi secara umum apakah sebenarnya tujuan hidup kita ?
Yer 32:36 TUHAN, Allah Israel, berkata kepadaku, "Yeremia, bangsa Israel berkata bahwa peperangan, kelaparan, dan wabah penyakit akan membuat kota ini jatuh ke tangan raja Babel. Sekarang, dengarkan juga apa yang akan Kukatakan.
37 Aku akan mengumpulkan bangsa ini dari semua negeri tempat mereka Kuceraiberaikan karena kemarahan-Ku dan geram-Ku kepada mereka. Mereka akan Kubawa kembali ke tempat ini dan Kumungkinkan tinggal di sini dengan aman.
38 Mereka akan menjadi umat-Ku, dan Aku menjadi Allah mereka.
39 Aku akan memberi mereka hanya satu tujuan hidup: yaitu, menghormati Aku selama-lamanya; hal itu akan membawa kebaikan bagi mereka sendiri, dan bagi keturunan mereka.

11 December 2004

Luk 18:35-43

Luk 18:35-43
35 Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.
36 Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?"
37 Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat."
38 Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
39 Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
40 Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:
41 "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"
42 Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!"
43 Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

Tokoh-tokoh dalam kisah ini
Seorang buta
-Duduk di dekat gerbang masuk kota
-Mengemis
-Mendengar dan bertanya: apa itu
-Berseru-seru minta dikasihani
-Berteriak lebih keras saat ditegor
-Menjawab pertanyaan Yesus
-Disembuhkan
-Mengikuti Dia sambil memuliakan Allah
Mereka yang berjalan didepan
-Mengikuti Yesus dalam perjalanannya – para rasul ?
-Menegor si buta dia supaya diam – mengapa ?
Yesus
-Berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya
-Bertanya
-Menyembuhkan

Mari bercermin dari tokoh-tokoh kisah ini
Orang Buta
Dalam Luk beberapa kali kita baca tentang orang buta
Lu 7:21 Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.
Lu 7:22 Dan Yesus menjawab mereka: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
Jadi, Yesus sudah kerap berhadapan dengan orang buta. Agak mengherankan bahwa Yesus tokh bertanya juga apa yang dikehendaki orang buta dari Yerikho ini – kita akan bahas ini belakangan
Rupanya orang buta ini pernah mendengar berita tentang Yesus – karena begitu Ia mendengar nama Yesus dia langsung berseru-seru
Ia menyebut Yesus sebagai Anak Daud sebuah pernyatakan pengharapan. Menyebut Yesus Anak Daud setara dengan memamnggil di Al Masih – Juru selamat. Si buta tidak pernah melihat karya Yesus, modal dia hanyalah mendengar tentang Yesus. Seperti kita juga bukan ? tidak langsung melihat Yesus – kita mulai dari mendengar – namun bagaimanakah sikap kita dibandingkan si buta ? Apakah pekabaran mengenai Yesus sungguh menggemakan iman dalam hati kita ? ataukah kita ragu-ragu ? Apakah kita menuntut bukti yang lebih terang lagi ? Mungkin dalam hal ini sibuta mempunyai kelebihan dari kita yang melihat – yaitu Ia tidak punya jalan lain yang dapat digunakannya untuk mendasari imannya. Kita yang melek malah menuntut dasar lain untuk membangun iman kita. Mungkin dalam hal ini kita kalah dari si buta dari Yerikho ini
Rupanya teriakan si buta ini mengganggu – paling tidak menurut mereka yang berjalan didepan karena mereka lantas menegor (kita akan bahas nanti) namun si buta tidak ambil peduli – ia malah lebih keras lagi berteriak
Dan akhirnya Ia disembuhkan lalu Ia mengikuti Yesus sambil memuliakan Allah

Mereka yang berjalan didepan
Mereka berjalan didepan karena mereka orang-orang dekat Yesus.
Orang-orang dekat Yesus kita dengar arogan misal Luk 9:51-56
51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"
55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
Misal Lu 18:15-16
15 Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
16 Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
Menjadi orang dekat Yesus – merasa dekat dengan Yesus – ternyata tidak otomatis sepikiran dengan Yesus
Bagaimana dengan kita ? apakah kita merasa dekat dengan Yesus ? karena kita merasa sering berdoa, banyak membaca/mepelajari kitab suci, banyak membaca buku-buku rohani, tidak absen dari misa mingguan (bahkan harian), ikut retret, rekoleksi, menjadi pengurus kelompok rohani, dsb. Apakah kita sudah sepikiran dengan Yesus yang konon kita ikuti dari dekat ?

Yesus
Meski Yesus sudah kerap berurusan dengan orang buta – dia bertanya : "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?". Bahwa orang itu buta sudah amat jelas – kenapa Ia bertanya lagi ?
Kiranya teriakan minta tolong- permohonan yang sangat perlu diuji juga. Sibuta ini berteriak sekuat tenaga dan Yesus –bertanya ulang.
Yang pertama berlawanan dengan orang-orang dekatNya Ia tidak menjadi sok dan main kuasa – langsung menyembuhkan, namun yang lebih mendasar kiranya adalah ; kerap kita tidak persis tahu apa sebenarnya yang kita butuhkan. Yang kita minta belum tentu sungguh apa yang kita butuhkan dan dapat juga dipertanyakan apakah kita siap dengan konsekuensinya
Misal Lu 18:18-23
18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."
21 Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
23 Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
Pemimpin ini tidak siap untuk apa memenuhi syarat untuk apa yang ia inginkan (beroleh hidup kekal).
Demikianlah Yesus minta agar si buta menegaskan apa yang ia minta. Apakah ini tidak dengan sendirinya jelas ? tidak selalu. Orang dapat terbiasa dengan kebutaan dan kebiasaannya meminta-minta sehingga malah tidak mau disembuhkan. Anugerah kesembuhan membuat si buta tidak lagi bisa mengandalkan belas kasihan orang untuk nafkahnya. Ia harus berjuang untuk hidup dan dapat kita bertanya apakah ia mempunyai kecakapan untuk mencari makan ? Pendeknya – orang sakit bisa tidak siap dengan segenap konsekuensi kesembuhan penyakitnya. Maka perlu ia ditanya agar ia bisa refleksikan apa sesungguhnya yang ia minta dengan segenap konsekuansinya.
Yesus berkata : "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!" (ay 44). Kata imanmu telah menyelamatkan muncul sedikitnya 4 kali dalam Luk.
Lu 7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" (Yesus diurapi oleh perempuan berdosa)
Lu 8:48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" (Wanita yang dua belas tahun menderita pendarahan)
Lu 17:19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau." (orang kusta)
Lu 18:42 Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!" (si buta dari Yerikho)
Yang menyelamatkan adalah iman, Iman apa ? Iman bahwa Allah menyelamatkan. Yesus selalu menunjuk kepada BapaNya manakala Ia menyembuhkan. Bisa kita bertanya: iman seperti apakah yang kita punya ? apakah iman kita sama dengan iman mereka-mereka yang disembuhkan Yesus ? Memang kuasa Yesus menyembuhkan, namun dari pihak manusia harus ada iman. Ingatlah
Mt 13:58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ
Mar 6:5-6
5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
6 Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.

Pelajaran hari ini
Setelah sejenak menelaah tokoh-tokoh dan sebentar bercermin dari kisah ini mari kita bertanya pelajaran apa yang kita dapat malam ini ?

Bagaimana iman kita yang kiranya bermula dari pendengaran ?
Santo Paulus menulis dalam Ro 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Tetapi tidak setiap orang punya telinga untuk mndengar. Dalam Perjanjian baru ada 9 kali kalimat (Siapa bertelinga) hendaklah ia mendengar! – jika jumlah menyatakan sesuatu kiranya kita bia lihat bahwa sudah dizaman Perjanjian Baru ada kecenderungan orang tidak mendengar. Atau jikapun orang mendengar, firman Tuhan tidak tumbuh karena macam-macam hal. Ingatlah perumpamaan tentang penabur (Luk 8:5-15)
5 "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
10 Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."
Bagaimana dengan kita masing-masing ? apa yang terjadi setelah kita mendengar firman Tuhan ?

Bagaimana dengan kesiapan kita dengan apa yang kita minta?
Apakah kita punya tujuan yang lebih dari sekadar mendapatkan apa yang kita idamkan ? Apakah kita sanggup/tahu konsekuensi mendapatkan apa yang kita mintakan ? Bagaimanakah sikap kita jika permintaan kita seperti tidak didengarkan ? Apakah kita teguh pada pengharapan kita ? atau menyerah dan bahkan bersungut-sungut. Luk 18:1-8
1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Yesus menyatakan bahwa kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu dan beriman. Ingatlah bahwa berdoa dengan tidak jemu-jemu lebih-lebih adalah untuk membangun hubungan pribadi dengan Bapa. Bapa bukan semacam sinterklas dimana kita minta hadiah lalu melupakan begitu saja. Bapa rindu akan hubungan pribadi kita dengan Dia. Bagaimana dengan kita ?

Bagaimana dengan iman kita?
Kita sudah tahu bagaimana pentingnya Iman dalam kisah penyembuhan si buta ini. Si buta yang teguh versus orang sekitar yang menegur. Dia tidak minder (merasa tidak layak, merasa penuh dosa) dan berhenti. Baik juga kita bertanya bagaimana dengan kita ?
Adakah sudah tumbuh iman yang teguh dalam diri kita ? Siapakah sesungguhnya yang kita andalkan ? Beriman saya pahami sebagai sikap hati untuk mengandalkan apa yang kita imani. Beriman/percaya pada Allh Bapa artinya mengandalkan Bapa dan sekaligus juga berserah padaNya. Dia bukan semacam jin yang dapat kita suruh-suruh sekehendak hati.

Apakah kita menjadi sandungan ?
Si buta punya iman yang teguh meski ditegor orang-orang dekat Yesus. Disatu sisi kita bisa belajar dari dia perihal keteguhan iman. Namun disisi lain dapat kita tanyakan apakah kita tidak kerap menjadi batu sandungan ? tidak penjadi penyesat rekan-rekan seiman kita dan lebih-lebih orang diluar gereja kita? Bagaimana mungkin Allah Bapa dipermuliakan (ay 43: Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah) jika orang-orang yang dekat Yesus tidak mencerminkan kabar baikNya ? Luk 17:1-5
1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."
5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"
Jagalah diri kita – yang konon mau dekat dengan Yesus. Semakin kita dekat Dia semakin besar tantangan kita.

Balikpapan 20 Nov 2006

Luk 7:1-10

Luk 7:1-10
1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Penelaahan teks
Fokus dari perikop ini adalah iman besar seorang perwira yang adalah kafir dalam tata agama Yahudi.
Siapakah perwira ini?
Ia adalah seorang yang membawahi 100 orang – Centurion
Bukan Yahudi (lih ayat 5 dan 9)
Simpati dengan orang2 Yahudi (lih ayat 5 “menanggung pembangunan rumah ibadat”
Seorang yang solider dengan hamba / bawahan – hamba yang sakit tidak ia buang namun ia upayakan kesembuhannya
Pendek kata: Ia seorang yang cukup punya kuasa, namun solider dan bersimpati dengan orang2 sekitarnya
Latar belakang:
Orang Yahudi dilarang berhubungan dengan orang kafir. Bacalah Kis 10:28
Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.

Itulah alasan sang perwira untuk:
Minta perantaraan beberapa orang tua-tua Yahudi untuk menyampaikan permintaannya pada Yesus (ayat 3)
Memandang diri tidak layak untuk menerima Yesus dirumahnya (ayat 6-7)

Cukup menarik bahwa Mat 8:5-10 sang perwira datang langsung menghadap Yesus. Luk membuat sang perwira sama sekali tidak berkontak secara fisik dengan Yesus
5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.

Logika tentara:
Tentara berhubungan dengan kekuasaan dan pelaksanaan perintah. Pangkat yang lebih rendah harus patuh pada yang lebih tinggi dan seterusnya hingga pangkat yang paling tinggi.
Sang perwira menggunakan logika yang sama pada Yesus dan penyakit hambanya. Buat dia Yesus penuh kuasa, sedemikian hebatnya sehingga tidak perlu lagi repot2 secara fisik datang pada sisakit, cukup berkata saja maka persoalan akan lenyap

Menarik untuk sebentar menyimak Luk 5:12-13
12 Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
13 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Disini bahkan tidak perlu lagi perkataan, cukup mau, meski ada unsur aktivitas (Yesus mengulurkan tangan dsb).

Reaksi Yesus :
Yesus heran. Kenapa? Kiranya Yesus sudah bersiap untuk datang dan menjamah. Bukan karena Ia tidak dapat menyembuhkan dari jarak jauh, tapi terlebih-2 untuk kepentingan sisakit.
Yesus ingin bahwa sisakit tidak cuma sembuh raga fisik tapi juga jiwa. Coba bandingkan dengan penyembuhan wanita yang sakit pendarahan

Mat 9:20
20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Bagi Yesus cukan soal sembuh sekadar sembuh. Hal kesembuhan tidak cuma fisik tapi juga jiwa. Supaya orang diubahkan jasmani dan rohani. Orang disembuhkan dan diselamatkan.

Bagi orang kebanyakan penting untuk mengalami jamahan fisik. Yesus yang sungguh hadir secara jasmaniah dan berbuat.
Misal:
Mr 7:33 Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.

Tapi perwira ini dengan logika tentaranya memandang bahwa kehadirang secara fisik kurang penting. Yang lebih uatama adalah perintah. Perintah yang penuh kuasa. Bahkan mungkin perintah juga bisa disederhanakan lagi menjadi sekadar kehendak/kemauan. Cukup mau saja maka. Dan dalam hal kehendak kita harus 100% pasrah. Seperti Yesus di Getsemani: bukan kehendakKU tetapi kehendakMU

Dan Yesus menurut Luk memang tidak berkata apa-apa lagi (misal: sembuhlah atau dll) dan sang hamba sembuh.

Belajar beriman dari orang kafir
1. Layak versus tidak layak
Kita kerap dicekam masalahnya sedimikian sehingga dia memandang masalahnya adalah segala-galanya. Masalah itu sedemikian penting buat dia sehingga bahkan Tuhan sekalipun harus memberi prioritas utama pada permohonan/masalah kita. Ini sungguh manusiawi.
Perwira kafir ini juga memandang masalahnya dengan serius, namun ia tetap tahu diri, tahu siapakah dia sebenarnya. Dia cuma orang kafir yang tidak wajib ditolong sebenarnya. Coba bandingkan dengan perikop Mat 7:26-27

26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Kita tahu ceritanya bahwa perempuan itu merendahkan dirinya dan akhirnya Yesus memberikan apa yang dimintanya

Apakah kita rendah hati dihadapan Allah?
Bagaimanakah sikap hati kita jika kita punya permohonan? Apakah kita menuntut Tuhan?Apakah kita meminta upah kita? Karena kita sudah menjadi orang kristen?
Mat 19:27-30
27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"
28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Tetap diminta untuk menjadi rendah hati sebab yang terdahulu selalu bisa menjadi yang terakhir dan sebaliknya.

2. Saling mendoakan
Dalam kisah Luk ini sang perwira –karena memandang diri tidak layak- minta bantuan sahabat2nya orang tua-tua Yahudi dan orang tua-tua Yahudi menemui Yesus dan memberikan alasan bagi Yesus untuk menolong dia. Dan Yesus bersedia datang dan menolong
Bagi saya ini saya maknai sebagai salah satu anjuran untuk tidak meremehkan permintaan saling mendoakan. Kalau ada kawan yang minta didoakan maka mohon dalam iman kita semua sungguh membawa itu dalam doa. Jangan sekadar berbasa-basi. Bayangkan jika orang tua-tua Yahudi ini cuma basa-basi berjanji menolong sang perwiara dan tidak datang pada Yesus?
Kita percaya Tuhan mendengar doa-doa kita, dan juga doa-doa yang kita ucapkan atas permintaan teman2 kita

3. Kuasa Sabda
Kira Luk juga hendak mengingatkan pada pembacanya untuk belajar dari perwira akan kekuatan sabda.
katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Zaman Luk dituli Yesus sudah tidak lagi bersama domba-dombaNya. Yagn tertinggal adalah Kitab Suci. Dalam Kitab Suci kita percaya ada Sabda Tuhan, Dengan demikian Kitab Suci punya kuasa. Sejauh manakah kita sungguh meyakini hal ini ?

Penutup
Perwira kafir ini mengajari orang-2 Yahudi tentang bagaimana beriman. Dua ribu tahun kemudian kita juga boleh belajar dari dia bahwa
Dalam kerendahan hati kita datang menghadapNya
Memohonkan kehendakNya- ingatlah doa Yesus: tetapi kehendakMU
Kuasa SabdaNya, dan
Saling mendukung dalam doa

Renungan untuk PDKK Prapatan 2006 09 18