Wednesday, March 4, 2009

berapa nilai rapor Kristianitas ?

Say it with T-shirt, or sticker !

Ciri semangat yang sedang menggelegak adalah *telling all the world* (bdk The Beatles, I feel fine) demikian murid setelah kemasukan Roh Kudus, jadi beranee, kotbah sana-senee Maka perintah meriah Yesus (De toutes les nations faites des disciples, baptisez-les etc, etc ..) amat klop jadinya Apalagi sebagian orang mikir akhir zaman sudah dekat banget dan bahkan angkatan ini akan melihat kedatangan ke-2 Anak Manusia Viola dan bangkitlah igreja..kumpulan orang yang beriman pada Kristus

Tapi hari berganti hari dan tahun-tahun berlalu. Ribuan tahun liwat dan banyak stiker ngeletek. Akhir zaman belum tiba (lha memang sok tahu, Anak Manusia juga tidak tahu kapan persisnya), sudah sejauh mana Kristianitas berjalan ?

Berapa nilai rapor Kristianitas ?

Yang jelas igreja yang diwariskan pada Simon Petrus sudah porak poranda Katolik Roma, Ritus Timur, Reformasi, belum lagi Koptik, Maronit dsb kotbah bergaung dimana2, karitatif mungkin tidak kurang, tapi memang perjalanan masih jauh. Kerajaan Surga masih terus diharapkan datangnya

Tapi rapor kristianitas merah atau pas enam atau sembilan ?

You tell me

September 01, 2003 12:43 PM

Aslinya DIA adalah awam !!

Menurut tata agama Yahudi Yesus jelas masuk kelompok awam, dia bukan imam, bukan masuk Farisi atau Saduki atau kelompok di Qumran. Dia guru dari dusun yang mencari nafkah dengan bertukang. Dia banyak berdoa dan berkeliling sambil berbuat baik. Dia melihat bahwa bangsanya menderita oleh penjajahan Roma, ketamakan pemungut pajak yang sebangsa, beban oleh agama Yahudi, oleh adat istiadat, oleh prasangka zaman itu

Lalu tukang kayu ini -setelah menyepi bertapa dan sebentar ikut kelompok Yohanes- mendeklarasi kan ideologi baru yang tidak pernah didengar orang2 sezamanNya. KataNya: Kerajaan Allah sudah hadir dalam diri Dia. Langit dan bumi baru yang ditunggu2- Yerusalem yang baru, sudah ada kini dan disini dalam Dia dan KaryaNya

Sudah jelas Dia jadi berseberangan dengan status quo. Status Quo Roma, para Imam, adat istiadat, kedegilan bangsanya. Tapi Dia tetap pada misiNya, meski tahu suatu kali Dia akan *kena batunya*. Dan gerakannya memikat hati orang yang meski tidak mengerti sungguh, atau salah sangka atau asal bunyi - ikut Dia kemana2

Lalu kesudahanNya tidak terelakkan lagi dan Dia *diciduk* konspirasi penguasa dan para imam. Dia lalu dihukum seberat2nya, sekaligus untuk menumpas gerakan serupa dimasa depan oleh kaum muridNya. Dia dihukum macam kriminal. Mati dikayu palang

Para muridNya yang adalah orang sederhana, yang salah sangka, yang punya motivasi salah suatu kali disentakkan kenyataan yang tak terduga. Bahwa segenap ajaranNya - yang dulu buram dan sama sekali tidak jelas - adalah sungguh benar.

Maka mereka seperti kerasukkan roh lalu mendobrak pintu dan jendela yang mereka tutup sendiri dan mewartakan bahwa orag yang mati itu sebenarnya bicara benar. Dan kita tahu kelanjutan cerita ini

Yang mengherankan adalah : sekarang lembaga yang ditinggal Sang Awam ini berubah jadi organisasi yang membatu, yang dikuasai imam-imam,kardinal dan paus bungkuk, yang menghirarki dan menjadi awam macam domba kasta paria yang ngah-ngoh bengong belaka...

Kemanakah semangat para awam ?

Hai kaum awam,
mari bung bangkit dan rebut kembali !

October 14, 2003

kultus klerus

Chuck Gallager SJ mengusulkan memandang 3 aspek yang umum luput dilihat umat jelata dari kaum klerus (berjubah)
Mereka
1) di subsidi
2) hidup terfokus
3) tidak punya kuwajiban mengurus keluarga

Alhasil ke3 hidden advantages ini membuat umat jelata makin minder dihadapan klerus. Umat kalah babak belur. Dalam soal pengetahuan agama jelas umat nol koma nol (lha pastor belajar sedikitnya 5 tahun), dalam soal tindak tapa umat juga keok (lha pastor kaul kemurnian – istilahnya saja sudah bikin minder), belum lagi dalam gereja Katulik umat ada di dasar – lha

hirarki kan mulai dari Paus terus kebawah sampai umat paria. Memang Muktamar Vatikan II bilang umat itu partner, dsb, dst mais en realite umat masih minder wardeg dan masih dianggap restan belaka

Entah sampai kapan umat jelata gereja Katulik sembuh dari sindroma kultus klerus yang jelas kleru ini. Rekan gereja reformasi ratusan tahun lalu sudah mengemansipasi diri dari kaum klerus mereka. Dan mereka dalam mata saya lebih mandiri dalam

Soal iman. Memang ada peran doktrin soal scriptura disini, namun alhasil jemaat gereja reformasi lebih punya nyali dan harga diri dibanding domba2 Katolik yang rela jadi gembalaan semata

Hidup gereja reformasi !!

July 30, 2004


injil dipanegara

Pernah ada masanya orang2 Timor Leste punya pahlawan berkuda bernama Dipanegara. Adapun pangeran ini berkuda melawan kaum walanda dari vereniging oost indische compagnie. Sekadar membela tanah nya sendiri- boro2 mikir rekan2 di Timor yang Leste yang mungkin sudah repot dengan invasi bangsa lain, namun sementara Leste menjadi satu dengan Timor Barat, Dipanegara dihafal sebagai pahlawan

Demikianlah ideologi tidak kontekstual sebab pahlawan diciptakan oleh pihak yang memegang kendali.

Tapi semua orang yang menjadi Katolik tiba-2 punya moyang bernama Adam, harus percaya bahwa ada dosa asal dan bahwa ada Bunda Maria yang mengandung dari Ruah dan melahirkan dan pada saat yang sama perawan ting-ting. Lebih repot kalau Katolik hadir lewat barat, sehingga Natal menjadi white christmas dengan salju dsbnya

Tidak bisakah kita singkirkan sampiran ? Manakah yang sampiran dan mana yang esensi ? Sejauh mana kekristenan boleh disesuaikan ? Harap ingat bahwa sebelum perjanjian lama terbentuk Kekristenan ditantang oleh budaya helenis dan ter”paksa” menyesuaikan diri dengan alam pikir bangsa kafir yang mau diinjili

Namun setelah Injil terbentuk dan hirarki gereja makin mantap, wahyu ditutup dan semuanya diukur dalam perspektif baku yang disebut kanon/dogma/tradisi dsb. Sehingga orang2 yang diinjili kemudian

August 27, 2004

amanah agung ?

Baru selesai baca buku Guido Tisera SVD ttg Kisah Para Rasul. Di salah satu bab disebutkan bahwa lain dari peristiwa khotbah panjang Petrus setelah kena lidah Roh Kudus, para rasul ngendon parkir di Yerusalem. Boro-boro menyebarkan warta dan membaptis keujung dunia ...

aneh ...

Lalu kita sekarang membaca sepotong ekor Matius yang bertitah untuk sebarkan warta dan jadikan murid plus mempermandikan ini panggilan untuk mengkristenkan segenap bangsa ?

tapi kristen yang mana ?

kita sendiri terpecah-pecah dalam ratusan gereja

..come on !
(BTW suatu hari saya ke pantai Lemaru dgn keluarga - disana ada sekelompok anak muda
yang membagikan paflet ajakan bertobat dan belajar kitab suci...oalah...)

Feb 2, 2004

Tuesday, March 3, 2009

50 dates

Adam Sandler dan Drew Barrymore tampil dilayar "50 1st dates" ceritanya Barrymore punya sakit amnesia dimana setiap kali bangun pagi dia lupa segala sesuatu yang terjadi kemarin - sehingga Sandler harus membuat video untuk mengingatkan dia bahwa mereka suami isteri dan sudah punya anak Film yang lumayan unik meski tidak must see

Tapi imajin kalau kita semua punya amnesia macam begini apakah relevan penyelamatan Yesus ? sebab kita tidak bisa lagi mengakukan dosa yang kita sudah lupa (bahkan kita lupa kita ini pendosa)

Kalau Tuhan dengan mudah lupa pada semua dosa kita dan kalau kita sendiri selalu lupa yang kita lakukan (entah dosa atau tidak) apakah kita perlu diselamatkan ? Pengampunan dosa soal Tuhan yang mencatat dan menimbang dengan teliti amal jariah kita? Atau soal rekonsiliasi ? Tuhan yang menimbang dan mencatat adalah Tuhan aturan bukan Tuhan cinta. Tuhan cinta mencari rekonsiliasi. Mencari perdamaian. Menunggu pulang sianak jalang. Bukan macam anak sulung yang berhitung untung rugi pahala makruh haram halal. Maka bahkan jika kita punya sakit pelupa (dan Tuhan juga). Yesus masih tetap relevan. Sebab Dia datang untuk mendamaikan, membuka jalur yang buntu,  merintis jalan pulang anak durhaka

selamat puasa

February 27, 2004

dan Sarah pun tertawa

Ishak anak Abraham dari Sarah konon berarti " dan Ia(pun) tertawa"

Demikianlah setahun sebelum Ishak dilahirkan Abraham ketamuan tiga molekat Yahwe dan salah satu ngendika: Sarah garwamu yang nyaris seabad usianya tahun depan akan menimang anak tunggal semata wayangmu dan Sarah yang ngumpet sambil nguping tidajk tahan untuk tertawa dan kiranya terbahak juga ia. Sebab sang molekat diruang tamu sampai mendengar dan bertanya: apakah yang lucu sehingga engkau tergelak ?

Apapun kita yang paham ilum beologi sedikit mafhum kenapa pula Sarah tergeli hati. Lha wong tanah sudah kering, bibit sudah uzur. Mosok mau punya turunan. Yang betul saja bah!

Horas bah ! dan jebul setahun berlalu dan Ishak memang lahir dari rahim yang dikira layu. Dan kiranya kalaupun Sarah tertawa, lebih karena lucunya sang orok

Berapa sering kita tertawa ironik mendengar berita baik Injili bahwa hidup itu anugerah, bahwa kita selayaknya bersyukur, dan bla..bla...bla yang lain. Kita bilang omongan itu memang bagus pak Pastor, pak Pendeta. Tapi hidup bukan seperti yang ditulis. Hidup mengenal duka, salib dan kepahitan. Omongan bagus-bagus itu boleh saja, kalau sekadar untuk jadi hiburan dan mungkin untuk sopan-santun belaka.

Entah kita belajar dari siapa, tapi kalau diminta percaya pada mujizat, kecuali tidak ada pilihan lain, kecuali kita sudah melihat bukti, kita cenderung tidak memilih percaya dan sedikitnya tertawa dalam hati paling tidak.

Ada perempuan lain yang sekian ratus tahun kemudian juga dikunjungi lalaki molekat Allah, namanya Maryam. Dan Maryam memang masing muda sehingga tidak cengengesan seperti Sara. Karena dia tahu dia tokh dimasa subur untuk dibuahi, akan tetapi dibuahi bagaimana ? Dan pertanyaan biyologis juga muncul : saya belum kenal lalaki, kumaha saya bisa hamil. Tapi entah kumaha oge, sayah ini hamba Yahwe, sumangga kersa Gusti Allah sajah. Dan setahun berlalu dan Emanuel -Allah beserta kita- lalu lahir.

Perempuan kedua tidak diceritakan pernah tertawa, tapi dalam hidup selanjutnya sebilah pedang seolah menembus jantungnya. Sampai akhirnya Ia saksikan Sang Emanuel dipaku di kayu palang Ia tetap setia dan tekun merenungkannya dalam hatinya.

Dalam tradisi gereja Ia dipercaya sudah diangkat kesurga berikut raga-badannya dan terpenuhilah yagn tertulis bahwa seluruh bangsa akan menyebutnya yang berbahagia. Berbahagia apa sama dengan tertawa. Kita bisa berdebat, tapi siapa tertawa belakangan akan diangkat kesurga jiwa-raga-badan

Tota Pulcra Est maria
2005 07 26