Saturday, February 28, 2009

Berdoa atau berpidato ?

Menurut Biarawan OSC -yang notabene katolik- dogma tersimpan terlebih dalam liturgi and hence diantaranya rumusan doa. Kiranya selain berisi permohonan, doa adalah ungkapan isi iman seseorang. Simaklah rumusan2 doa yang kita dengar kala orang kristen berkumpul. Tidak pelak bahwa rumusan2 itu mengalir dari mata air teologi alias dogma

Mungkin hal ini lebih mudah ditelaah justru dalam kelompok kristen reformasi, dimana orang berdoa dengan meriah, dengan pelamparan yang luas, menyebar mengisi segenap relung horison. Mantap.

Lain dengan kumpulan orang Katolik. Orang katolik malah cenderung tidak berdoa –dalam “gaya” kristen reformasi- melainkan merapalkan saja rumusan2 baku. Sehingga tidak aneh kalau dalam pertemuan kring ada sekian kali salam maria didaraskan. Entah apakah ini berarti orang Katolik tidak kreatif berdoa, atau tidak paham dogma atau simply malu (banyak orang Katolik menolah kalau disuruh memimpin berdoa)

Jemaat Kristen reformasi disisi lain cenderung siap jika diminta memimpin doa, dan doanya –seperti sudah disebut diatas- meluas, meluap, meluber. Sampai2 menurut seorang teman kristen reformasi, pendeta bisa tanpa sadar berkotbah berulang kali kala ibadah. Selain saat kotbah, sang pendeta juga berkotbah saat memimpin doa, apalagi doa syafaat. Mantap (lagi)

Doa publik memang bisa jatuh dalam kontes “pidato”, kadang bisa ditanyakan apakah hendak menyapa Tuhan Allah atau ingin menonjolkan ketrampilan pidato seseorang.

Tentu Yesus berkata: masuklah kamar dan kunci lalu berdoa sembunyi-sembunyi. Tapi dalam kancah publik doa ala doa pribadi sembunyi2 jelas kurang pas. Sebab hubungan tidak lagi intimate tapi lebih formal. Bak menyapa seorang kawan yang sudah jadi menteri didepan para ajudannya. Dalam pertemuan intim tentu dia kita panggil dengan nama kecilnya, tapi tentu kita tidak gunakan nama ini dalam pertemuan formal tadi

Alhasil doa publik yang bernuansa formal tadi memang lebih merupakan semacam pidato resmi dihadapan pihak yang VIP, maka wajar kalau lantas berhias bunga disana-sini, hanya tetap diingat bahwa berdoa bukan berbohong, sebab bagaimanapun
Mt 6:5 "Kalau kalian berdoa, janganlah seperti orang-orang yang suka berpura-pura. Mereka suka berdoa sambil berdiri di rumah ibadat dan di simpang jalan supaya dilihat orang. Ingatlah, itulah upah yang mereka sudah terima.



No comments:

Post a Comment