Saturday, February 28, 2009

Malaikat dalam ajaran gereja

Malaikat diciptakan Tuhan untuk menjadi utusan-Nya. Kata 'Malaikat' berasal dari kata MALACH, yaitu bahasa Ibrani yang berarti utusan. Dalam bahasa Inggris kita menyebutnya 'Angel' yang diambil dari kata ANGELOS, bahasa Yunani yang juga berarti utusan.

Sesuai dengan namanya, para malaikat bertugas membawa pesan dan misi dari Tuhan. Tuhan mengutus para malaikat untuk menyatakan kehendak-Nya, untuk membimbing, mengajar, menegur serta menghibur umat-Nya. Kita dapat menemukan dalam Kitab Suci bagaimana para malaikat tampil sebagai utusan Tuhan, mulai dari Kitab Kejadian dan sepanjang sejarah bangsa pilihan Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, kita juga mengenal para malaikat lewat ajaran-ajaran Yesus sendiri.

Malaikat dalam Perjanjian Lama
• Kejadian 19, para malaikat tidak hanya bertindak sebagai pelaksana kegusaran Tuhan melawan terhadap kota Sodom dan Gomora, tetapi mereka meluputkan Lot dari bahaya;
• Keluaran 14:19 Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka.
• Keluaran 23:20 "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.
• Mzm 91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
• Mzm 34-8 Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

Malaikat dalam Perjanjian Baru
• Malaikat membawa pesan pada Maria (Lu 1:28) , Yosef (Mt 1:24, Mt 2:19), Zakaria (Lu 1:11) dan para gembala (Lu 2:9)
• Malaikat hadir sepanjang kehidupan Yesus sejak lahir (Lu 2:13), awal karya (Mr 1:13) , sengsara (Lu 22:43) hingga kebangkitannya (Mt 28:5)
• Menyertai para murid setalah Yesus naik kesurga (misal melepaskan Petrus dari Penjara Kisah 12:7-11)
• Dan menyertai kita juga Mt 18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
SIAPA ITU MALAIKAT PELINDUNG?
"Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu." (Mazmur 91: 10-12)

Oleh karena cinta kasih Allah yang luar biasa kepada kita, Ia telah memilih para malaikat terberkati di surga dan mengutusnya untuk menjadi pelindung kita masing-masing begitu kita dilahirkan. Malaikat pelindung bertugas melindungi dan menjaga kita selama ziarah kita di dunia agar kelak kita dapat selamat sampai ke rumah kita yang sesungguhnya, yaitu surga, di mana kita boleh bersatu dengan Bapa untuk selamanya. Doktrin (=ajaran) tentang malaikat merupakan bagian dari Tradisi Gereja. Malaikat pelindung adalah salah satu dari sekian banyak cara yang dilakukan Tuhan agar kita sampai kepada-Nya. Gereja merayakan pesta untuk menghormati malaikat pelindung setiap tanggal 2 Oktober.

Renungan : perjumpaan dengan Malaikat
Ishak anak Abraham dari Sarah konon berarti " dan Ia(pun) tertawa". Demikianlah setahun sebelum Ishak dilahirkan Abraham ketamuan tiga molekat Yahwe (Kej 18: 1-12) dan salah satu ngendika: Sarah garwamu yang nyaris seabad usianya tahun depan akan menimang anak tunggal semata wayangmu dan Sarah yang ngumpet sambil nguping tidajk tahan untuk tertawa dan kiranya terbahak juga ia. Sebab sang molekat diruang tamu sampai mendengar dan bertanya: apakah yang lucu sehingga engkau tergelak ?

Apapun kita yang paham ilmu beologi sedikit mafhum kenapa pula Sarah tergeli hati. Lha wong tanah sudah kering, bibit sudah uzur. Mosok mau punya turunan. Yang betul saja bah!
Horas bah ! dan jebul setahun berlalu dan Ishak memang lahir dari rahim yang dikira layu. Dan kiranya kalaupun Sarah tertawa, lebih karena lucunya sang orok

Berapa sering kita tertawa ironik mendengar berita baik Injili bahwa hidup itu anugerah, bahwa kita selayaknya bersyukur, dan bla..bla...bla yang lain. Kita bilang omongan itu memang bagus pak Pastor, pak Pendeta. Tapi hidup bukan seperti yang ditulis. Hidup mengenal duka, salib dan kepahitan. Omongan bagus-bagus itu boleh saja, kalau sekadar untuk jadi hiburan dan mungkin untuk sopan-santun belaka.

Entah kita belajar dari siapa, tapi kalau diminta percaya pada mujizat, kecuali tidak ada pilihan lain, kecuali kita sudah melihat bukti, kita cenderung tidak memilih percaya dan sedikitnya tertawa dalam hati paling tidak.

Ada perempuan lain yang sekian ratus tahun kemudian juga dikunjungi lalaki molekat Allah, namanya Maryam. Dan Maryam memang masing muda sehingga tidak cengengesan seperti Sara. Karena dia tahu dia tokh dimasa subur untuk dibuahi, akan tetapi dibuahi bagaimana ? Dan pertanyaan biyologis juga muncul : saya belum kenal lalaki, kumaha saya bisa hamil. Tapi entah kumaha oge, sayah ini hamba Yahwe, sumangga kersa Gusti Allah sajah. Dan setahun berlalu dan Emanuel -Allah beserta kita- lalu lahir.

Perempuan kedua tidak diceritakan pernah tertawa, tapi dalam hidup selanjutnya sebilah pedang seolah menembus jantungnya. Sampai akhirnya Ia saksikan Sang Emanuel dipaku di kayu palang Ia tetap setia dan tekun merenungkannya dalam hatinya.
Dalam tradisi gereja Ia dipercaya sudah diangkat kesurga berikut raga-badannya dan terpenuhilah yagn tertulis bahwa seluruh bangsa akan menyebutnya yang berbahagia.

Renungan untuk PDKK Prapatan Aug 2005

No comments:

Post a Comment

Post a Comment